Pointofview.id, Jakarta – Perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta yang digelar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Sabtu (27/6/2026) malam, memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi ibu kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat perputaran uang di kawasan tersebut mencapai lebih dari Rp2 triliun hanya dalam satu malam.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menghadiri perayaan turut mendorong peningkatan transaksi di berbagai sektor, mulai dari perhotelan hingga pusat perbelanjaan.
“Pada malam ini, perputaran ekonomi di sekitar Bundaran HI mencapai lebih dari Rp2 triliun,” ujar Rano saat menghadiri puncak perayaan HUT Jakarta.
Menurutnya, sejumlah hotel di sekitar Bundaran HI mencatat tingkat hunian yang sangat tinggi selama berlangsungnya acara. Selain itu, pusat-pusat perbelanjaan seperti Pasar Tanah Abang dan Thamrin City juga dipenuhi masyarakat yang memanfaatkan momentum libur untuk berbelanja.
Rano menilai penyelenggaraan berbagai agenda berskala besar di Jakarta tidak hanya menjadi hiburan bagi warga, tetapi juga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan roda perekonomian daerah.
“Event seperti ini turut meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Jakarta,” katanya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengungkapkan bahwa perputaran ekonomi Jakarta selama periode Ramadan hingga Idulfitri tahun ini mencapai sekitar Rp75 triliun. Ia menilai capaian tersebut menjadi salah satu indikator kuatnya daya tahan ekonomi ibu kota meskipun masih menghadapi tekanan ekonomi global.
Pramono menegaskan pemerintah daerah akan terus menjaga keberlanjutan berbagai program prioritas di bidang pendidikan, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), tanpa mengurangi alokasi anggaran.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota yang aman, nyaman, dan memberikan kesempatan yang lebih baik bagi seluruh warganya.
“Kami ingin setiap anak Jakarta memiliki kesempatan mengenyam pendidikan setinggi mungkin. Bagi mereka yang membutuhkan, kami akan terus membuka akses pendidikan, termasuk melalui program beasiswa LPDP,” ujar Pramono. (POV/Muthohar)
